semut, makhluk kecil, serangga sosial yang sukses

well, kali ini saya akan share lagi tentang salah satu hewan yang termasuk ke dalam ektoparasit. do you still remember the meaning of ectopharacyte, rihgt?


yang akan saya bahas kali ini adalah makhluk kecil bernama semut. Pasti kita semua tahu dan pernah bertemu dengan makhluk kecil ini. Ya, semut ini sangat dekat sekali dengan manusia, oleh karena itu pasti tiap waktu kita pasti bertemu dengannya

Sebagai pengetahuan saja, semut ini termasuk ke dalam Ordo Hymenoptera, dan termasuk Famili Formicidae bersama tawon dan lebah.

Sebetulnya kalo kita detail memperhatikan, semut ini sangat beragam macamnya. Mulai dari yang namanya semut gila (crazy ant), semut madu, semut kayu, semut hantu, semut api, dan sebagainya. You must know, the different of that is soo hard, not seems by naked eyes. Saya pun dulu waktu praktikum sangat sulit sekali membedakan mereka semua -_-. Tapi tenang saja, kali ini saya tidak akan membahas jenis2nya, yang saya ingin share kali ini adalh tentang cara hidupnya yang sangat luar biasa.

Semut adalah serangga sosial yang hidupnya dalam sarang yang lebih kurang bersifat permanen. Ukuran koloninya sangat bervariasi dan biasanya terdapat di dalm tanah, kayu, dan di sela-sela batu. Bisa juga terlihat di dinding kamar, kayu, maupun rumput lapang. Perilaku makannya pun berbeda-beda mulai darii jadi seorang predator, makan bangkai, cairan tanaman, atau secara umum makanan yang mengandung gula, semut ini memang termasuk ke dalam omnivore (pemakan segala)

Semut ini termasuk serangga sosial yang sangat sukses. kenapa disebut demikian? ini karena dalam satu kelompoknya, semut ini sangat teratur sekali dalam segala urusan, dan pembagian kerjanya pun sangat jelas, tidak pernah protes, dan mengutamakan sekali kerjasama. how so great, right?Kita pun pasti pernah melihat betapa hebatnya kerjasama makhluk kecil ini ketika membawa makanan.


Nah, ternyata dalam satu kelompok semut ini ada kasta2nya lho

Dalam kasta ini lah pembagian kerja semut sangat jelas dan tidak pernah ada yang protes dan mengeluh silahkan di simak :

Yang pertama adalah yang berjenis kelamin jantan. Semut jantan ini kalau sudah dilahirkan ke dunia, tugasnya hanya untuk reproduksi (artinya hanya untuk mengawini betina saja). Ciri-ciri semut jantan ini yaitu mempunyai sayap.

Yang kedua yaitu Sang Ratu semut. Ratu semut ini berjenis kelamin betina (iya lah namanya juga ratu haha), Sang Oratu ini merupakan semut terbesar di kelompoknya. Kawinnya hanya 1 kali dan kemudian akan merawat anak2nya. (wah setia juga ya cuma 1 kali kawinnya )

Nah kasta yang terakhir ini yang paling banyak, yaitu semut pekerja. Dan SubhanAllah ternyata dalm kelompok semut yang bertugas sebagai pekerja adalah betina, HEBAT! tugasnya pun gak main2 sob, mulai dari merawat sarang dan koloni, mencari dan memberi makan, sampai menjaga telur dan menjadi prajurit pelindung sang ratu.

Keren banget kan bagaimana semut saja mengatur koloninya sedemikian rapih dan teraturnya, dengan tugas yang jelas dari masing-masing kasta, tanpa banyak protes, tanpa banyak mengeluh, karena memang hidupnya dilakukan sesuai fitrahnya, SubhanAllah, Maha Suci Engkau yang telah menciptakkan makhluk kecil, namun sukses dalam bersosial ini.

Mungkin pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan semut ini adalah bagaimana kita sebagai manusia yang dijadikan khalifah di bumi ini untuk selalu sesuai dengan fitrah. Penuh kerja keras, semangat, saling bekerja sama, saling menghormati, saling menjaga, tanpa harus mengeluh. Ya, kita sebagai manusia harus belajar semua itu dari kehidupan semut Allah pun telah berfirman yang atinya :

Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda (QS Al-Lail /92:4).

…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…(QS al-Maidah/ 5 : 2)

Dan katakanlah : “Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS at-Tawbah /9: 105).

Layaknya semut,Semoga kita selalu berusaha untuk tetap dalam fitrah kita sebagai manusia. Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Sumber : Buku Panduan Identifikasi Ektoparasit : Bidang Medis dan Veteriner, buah karya dosen saya tercinta drh. Upik Kesumawati Hadi, drh. Dwi Jayanti Gunandini, drh. Susi Soviana, dan drh. Singgih Purnomo Sigit.

Sedikit Pengetahuan tentang ‘Cockroach’

all of you must know this

mungkin sebagian dari kalian ada yang takut, ada yang jiji, bahakan mungkin akan pingsan (phobia berat) ketika melihat si pemilik antene yang panjang ini
dalam istilah veteriner (kedokteran hewan), kecoa ini termasuk kedalam golongan ektoparasit. what’s ectopharacyte? ektoparasit ini adalah jenis parasit yang hidup di bagian luar bagian dari tempatnya bergantung atau di permukaan tubuh inangnya. you know paracyte kan? itu lho lagunya gita gutawa yang liriknya Mulanya malu-maluLalu jadi benaluMinta ini itu kau minta padakuDengaNsemaumu  memang pinter gita gutawa ini bikin lagu, ilmiah sekali, tapi ko jadi ngomongin gita gutawa*salah fokus haha
tapi memang bener yang digambakan lewat lirik lagunya itu, parasit itu memang makhluk hidup yang menggantungkan hidupnya pada makhluk hidup lain. So, jika kalian selalu menggantungkan hidup pada orang lain, berarti kalian termasuk parasit, itu! (ala Pa Mario Teguh)

oke lanjut lagi bahas si antene panjang ini. Sekedar informasi, kecoa ini termasuk ke dalam Ordo Dyctyoptera yang merupakan kelompok serangga yang sangat dekat dengan manusia. Familinya adalah Blattidae atau yang kita sebut si kecoa ini.
kalo kita pernah bertemu si antena panjang ini, sebenernya kalo diperhatiin kecoa ini bentuknya beragam, sayng kita tidak pernah sempat merhatiinnya, karena baru liat aja udah langsung diusir dan bahkan dimatiin saking jijiknya

kalo pada belum tau, nih ane kenalin jenis kecoa yang sering dijumpai di Indonesia. Yang pertama, ada yang namanya Blatella germanica, ini dia penampakannya :

did you see its?


ciri-ciri kecoa ini adalah tubuhnya yang kecil dibanding dengan kecoa lainnya, kira-kira panjangnya 10-15mm dan lebarnya 4-5 mm. Dibagian pronotumnya terdapat dua garis hitam memanjang. Pronotum itu bagian dekat kepalanya, kurang lebih seperti ini :

oh iya, kata dosen ane biar gampang inget, kecoa ini kan namanya ada germanica-nya, inget Jerman, berarti inget Adolf Hitler, dan kalo inget Hitler, inget kumisnya *eh haha *salah fokus lagi, harusnya inget tubuhnya yang kecil karena emang kecoa ini merupakan kecoa yang paling kecil dibanding kecoa lainnya (kasian juga ya, pemimpin Nazzi itu disamain ama kecoa) *merenung, tapi emang nyambung juga sih haha

yang kedua ada yang namanya Periplaneta americana. ini dia penampakannya :

nah jenis ini mungkin merupakan jenis yang paling sering kita jumpai di rumah atau dimanapun
kecoa ini merupakan jenis kecoa yang paling besar, ciri-cirinya pada pronotumnya terdapat dua bercak kecoklatan seperti kacamata :

nah kata dosen ane lagi, biar cepet inget, kan namanya ada america-nya, jadi inget aja orang Amerika yang gede-gede badannya. haha

yang ketiga ini dia si Periplaneta australasiae : 

do you know what the different this with P. americana?


kalo dilihat sekilas, memang kecoa ini mirip dengan P. americana, tapi kalo dilihat lebih jeli lagi, kita bisa liat perbedaan di deket sayapnya. Jenis kecoa ini di deket sayapnya terlihat garis berwarna kuning kalo dilihat dari atas :

sebenernya masih ada beberapa jenis lagi, tapi ane ambil 3 besar yang sering kita jumpai

nah kecoa ini hidupnya bergerombol di suatu tempat yang lembab, tertutup. dan gelap. Tapi kalo nyari makan, si kecoa ini berkeliaran sendiri. Walaupun kecoa punya sayap, tapi dia lebih suka jalan pake kakinya, dan jangan salah kecoa ini sangat gesit dan cepat sekali kalo kita mau membunuhnya walaupun sayapnya ga dipake *pengalaman

Nah yang bikin banyak orang jijik padanya, emang hidupnya di tempat-tempat kotor bahkan kesukaannya kotoran dan dahak manusia *huek. gara-gara hidupnya yang kotor dan ga bener itu, kecoa ini bisa menularkan penyakit. Beberapa agens penyait yang bisa ditularkannya seperti bakteri-nakteri usus, parasit-parasit usus baik cacing maupun protozoa, jamur Aspergillus dan virus poliomyelitis.
Tentunya agens-agens tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit teruatama penyakit pencernaan bagi manusia.

so, hati-hati ya kalo ketemu ama si pemilik antena yang panjang ini

Buat ngusir si kecoa ini udah banyak sekali prosuk yang mengiklankannya. Mulai dari yang bentuknya semprot, kapur, dan sebagainya. Tapi ane mau ngasih saran aja, kalo pake yang begituan mah tahannya cuma sementara, terus zat kimia yang ditimbulkannya juga kalo sering dipake bisa berbahaya buat kesehatan kalo kehirup. So, cara yang paling efektif dan efisien yaitu dengan hidup bersih. Kita udah tau kan kalo kecoa sukanya tempat-tempat yang kotor dan bau, jadi ya kalo ga mau dikunjungin ama si dia beres-beres lah tiap hari, jangan biarin kamar atau rumah kita kotor dan membuat si dia betah

tapi ingat walaupun si kecoa ini menjijikan, kita harus tetap memuji Allah yang telah menciptakannya SubhanAllah, Maha Suci Engkau yang telah menciptakan makhluk dengan berbagai macam. Sungguh tak ada satupun ciptaan-Mu yang tidak bermanfaat di dunia ini.

sumber : Buku Kuliah Ektoparasit (Pengenalan,Identifikasi, dan Pengendaliannya) buah karya Dosen Saya tercinta drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, Ph.D dan Dr.drh. Susi Soviana

‘Pelayan’ publik?

Entah kenapa, tapi saya ingin sekali men-share ini di sini. Mungkin karena kekecewaan atau mungkin karena ketidakpuasan saya terhadap yang namanya ‘pelayan’ publik.

Mungkin kita semua pernah mengalami ini, kekecewaan terhadap ‘pelayanan’ publik.

Saya ingin berbagi pengalaman saya pribadi tentang kekecewaan saya terhadap ‘pelayanan’ publik.

Saya pernah dimarahi oleh beberapa satpam di tempat kuliah saya. Yang pertama, ketika saya mau ngajar anak dosen saya di perpus, dan saya parkir di tempat biasa, kebetulan hari itu hari sabtu/minggu (saya lupa) sore, baru saya selangkah meninggalkan motor di parkiran tiba2 ada suara yang memanggil saya dengan nada tinggi “Dek, jangan parkir di sini, kamu mau motornya ilang? nyusahin saya saja!” saya merasa heran dan kaget, memang di sana tidak ada motor yang parkir karena mungkin hari libur kuliah, tapi saya merasa sakit hati juga pada satpam itu, ko ngomongnya kaya gitu, kenapa ga ngomong baik2, nasihatin baik2, saya tahu saya salah tapi ya saya ga tau, ga harus pake nada tinggi juga!

Yang kedua, ketika saya mau ada kumpulan di salah satu tempat di kampus, saya parkir di tempat biasa, karena waktu itu ada kabar tentang seringnya pencurian motor, saya membawa kunci untuk dipasang di cakram motor saya. Ketika saya sedang memasang kunci itu, tiba2 saya dimarahi oleh satpam di sana “Motornya jangan di kunci!” saya tanya balik “lho kenapa pak?” dan satpam itu makin tinggi nada suaranya “kamu ga percaya sama saya?!!!” dalam hati saya lho apa saya salah khawatir dengan motor saya sendiri dan berusaha untuk melakukan sesuatu untuk keamanan motor saya? Aneh memang!

Yang ketiga, lagi-lagi di parkiran. Saya kehilangan kartu parkir saya, tapi saya pernah baca di kartunya jika kartu ini hilang, tunjukan STNK pada petugas. Ketika saya bilang ke satpam yang ada di sana dan saya menunjukkan STNK motor saya, saya malah di marah-marahin “Kenapa kkartunya hilang? makanya kartunya di jaga, jangan di hilang2in” Lagi-lagi saya di marahin karena alasan yang menurut saya ga logis, kenapa harus mmarah-marah? ga bisa ya pake cara yang lebih ramah? Saya pikir saya tadi bilang saya bicaranya baik2!

Pengalaman saya yang lain adalah dengan petugas yang mengurus beasiswa di fb. waktu itu saya menanyakan perkembangan beasiswa yang saya terima (yang sampai saat ini pun masih belum jelas) lewat grup informasi beasiswa di FB. Saya memang sering menanyakan tapi sering tidak dijawab, akhirnya saya tanya lagi, dan saya kaget melihat balasan komentar dari petugasnya “pencairannya masih proses, toh kalian masih bisa makan kan, jadi tunggu saja!” Saya sakit hati dengan jawaban itu, karena saya tanya baik2, dengan salam, jangankan membalas salam saya, jawabannya saja seperti itu! Saya tau saya memang masih bisa makan, tapi saaya hanya menanyakan hak saya, saya hanya memperjuangkan hak saya, karena kebutuhan saya semakin banyak, saya yang awalnya ingin meringankan beban orang tua jadinya masih terus membebani mereka. Keanapa tidak memberi jawaban kalo masih proses tahpnya sudah sampai mna? saya hanya minta kejelasan, kenapa tidak menjawab dengan baik2?

Satu lagi, ketika saya mau mengumpulkan syarat beasiswa, saya harus melegalisir transkrip nilai saya, ketika saya meminta petugas di sana untuk melegalisir 5 copyan transkrip nilai saya, petugasnya bilang saya kena charge 5 ribu. saya berfikir, dulu saya pernah melegalisir transkrip nilai 5 lembar juga, tapi gratis! dan ketika saya memberikan uang 5 ribu itu, uang itu langsung dimasukkan ke dalam kantung kemejanya. Saya bukan tidak ikhlas dengan uang 5 ribu itu, tapi saya kecewa dengan petugas di sana! Saya kecewa dengan pelayanannya, saya kecewa dengan kebohongannya!

Mungkin masih banyak lagi kekecewaan saya terhadap ‘pelayanan’ publik seperti itu, tapi ini sebagian yang ingin saya share.

Aneh memang, kenapa mereka yang menyebut dirinya ‘melayani’ publik itu seperti itu? Saya tahu mungkin mereka kesal karena banyak masalahh juga mungkin di kehidupannya, tapi ya harus profesional! Bukannya ‘pelayanan’ publik itu mottonya melayani dengan ramah dengan senyum tapi mana? Kalo tidak bisa sabar, tidak bisa ramah janganlah jadi ‘pelayan’ publik!

Saya tahu mungkin itu hanya oknum saja, tapi tetap saja saya sebagaii salah satu individu publik yang ingin ‘dilayani’ mereka merasa sangat kecewa!

semoga mereka yang mengaku ‘melayani’ publik bisa menjalankan segala amanahnya dan bagi oknum2 yang seperti pengalaman saya di atas bisa sadar bahwa dirinya adalah orang yang sangat dibutuhkan oleh publik. Amiin

change

1st post :D

liat kaka kelas ngeblog pake blog IPB, keren ternyata jadinya pengen juga. hha

oke i’ll start to post my own note i’ll talk about change..

Bismillah..

Pernahkah kalian merasa bosan dengan hidup yang rasanya seperti itu terus?

Pernahkah kalian ingin berubah?

Pernahkah kalian ingin sekali move on dengan hidup seperti itu?
Ya, pasti diantara kalian ada yang pernah, bahkan mungkin sedang merasakan perasaan seperti itu sekarang. Saya pun demikian. Saya sedang merasakan bosan yang luar biasa pada kehidupan saya yang seperti ini terus. Rasanya ingin sekali saya move on ke kehidupan baru, kehidupan yang lebih baik tentunya. Ingin sekali rasanya diri ini menjadi pribadi yang memiliki nilai-nilai positif. Ingin sekali rasanya saya seperti kaka kelas saya yang menjadi seorang MAPRES Nasional, atau seperti kaka omda saya yang menjadi lulusan terbaik IPB dengan IPK 3.92, atau  seperti teman-teman saya yang bisa pergi ke luar negeri karena prestasinya, atau seperti adik-adik kecil yang saya tonton di tv yang bisa menghafal Al-Quran atau seperti ustadz Felix Siauw yang bisa menjadi pendakwah dalam usia keislamannya yang baru menginjak 11 tahun. Ya, ingin sekali rasanya saya seperti mereka.

Tapi dengan kehidupan saya yang masih seperti ini saya bisa seperti mereka? jelas TIDAK! Mungkin mereka bisa menjadi seperti itu karena usaha-usahanya yang membutuhkan perjuangan yang luar biasa yang tidak kita ketahui. Pasti ada perubahan-perubahan dalam kehidupan yang mereka lalui untuk bisa mencapai itu semua. Ya, pasti ada perubahan-perubahan yang mereka lakukan.

Bukankah Teladan kita semua, Rasulullah saw juga mengajarkan agar kita melakukan perubahan-perubahan cara jika ingin mencapai sesuatu. Dalam peperanganpun beliau tidak pernah melakukan siasat yang sama. Bahkan dalam berjalan pun beliau tidak pernah melalui jalan yang sama. Selalu harus ada perubahan. Ya, lagi-lagi memang harus ada perubahan.

Bahkan Sang Pencipta seluruh alam, Allah swt pun sama, Dia menyuruh kita untuk melakukan perubahan :

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum, sampai mereka merubahnya sendiri” (QS Ar-Raad : 79)


Sebagaimana terjemahan ayat di atas, Allah pun tidak akan menolong untuk merubah kita jika kita tidak mau merubah kita sendiri. Ya, sekali lagi memang harus ada perubahan! dan perubahan itu kita yang memutuskan!
Bicara tentang perubahan, mungkin banyak dari kita yang berfikir bahwa berubah itu adalah sesuatu yang sulit. Apalagi berubah untuk meuju kebaikan banyak yang berfikir pasti sangat sulit sekali. Tapi menurut saya, berubah tidaklah sulit. Benar, berubah itu bukanlah sesuatu yang sulit. Saya pun bisa melakukannya dengan mudah! Namun, dengan perubahan yang mudah itu ada yang lebih sulit untuk dilakukan, ya ada yang lebih sulit yaitu ISTIQOMAH!

Sebagaimana yang saya alami sendiri, sangat sulit sekali untuk istiqomah ini. Dulu, saya pernah berniat berubah untuk bisa solat tepat waktu dan tidak melalaikannya, dan Alhamdulillah saya bisa, tapi berapa lama saya bisa bertahan? Hanya satu minggu! Dan setelah itu saya kembali lagi seperti dulu. Mungkin di antara kalian pun ada yang pernah mengalami itu. Melakukan perubahan yang luar biasa, namun hanya bertahan tidak sebeirapa lama. Begitu juga yang saya rasakan, perubahan itu tidak sulit, tapi istiqomah lah yang sangat sulit.

Dari beberapa buku yang saya baca, memang istiqomah ini merupakan kunci utama kita untuk melakukan perubahan. Tanpa istiqomah, perubahan yang kita lakukan hanya akan sia-sia karena akan bertahan sebentar.  Namun, hanya karena sangat sulit kita kemudian tidak mencobanya? Tidak! Sesulit apa pun kita pasti bisa melakukannya jika kita memang benar-benar menginginkannya. Bukankah Allah telah memberitahukan kepada kita :

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Bersama kesulitan itu ada kemudahan” (QS Al-Insyirah : 5-6)


Allah bahkan mengulang kalimatnya 2 kali. Ya, sesulit apapun istiqomah itu, pasti ada akan cara untuk bisa melakukannya. Tinggal bagaimana cara kita untuk menemukan caranya. Mungkin dari membaca buku, dari informasi yang kita baca di internet, atau bertanya langsung pada ahlinya, kita pasti akan bisa mendapatkan cara untuk menjadi istiqomah ini.

Ada pepatah ulama yang saya baca di internet yang mengatakan :
“Istiqamah (berpendirian teguh pada jalan yang lurus) lebih baik daripada seribu karomah (kemuliaan).”


Mungkin dari pepatah itu semoga kita semakin bersemangat untuk berubah dan tentunya beristiqomah!
Semoga saya yang sedang mencoba melakukan perubahan ini bisa terus beristiqomah.

‘Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Ta’atik’

Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

(sumber gambar : musafirx.deviantart.com)